Hubungan Antara Ilmu Budaya Dasar Dan Psikologi
Selasa, Oktober 10, 2017Pada zaman globalisasi dan serba IPTEK seperti sekarang, kebudayaan dari negara-negara lain masuk ke Indonesia dengan mudah dan cepat. Meskipun adanya percampuran budaya-budaya asing dengan budaya lokal, tentu kita sebagai orang Indonesia harus tetap mempelajari kebudayaan sendiri. Yaitu dengan mempelajari ilmu budaya dasar. Dan sebagai mahasiswa psikologi, kita pun seharusnya dapat memahami hubungan antara ilmu budaya dasar dan ilmu psikologi.
Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, budaya diartikan sebagai pikiran; akal budi, adat istiadat, sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang (beradab, maju), sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sudah sukar diubah.
Sementara itu, para ahli memiliki definisi yang berbeda-beda tentang ilmu budaya dasar. Diantaranya:
- Herskovits: Ilmu budaya dasar adalah sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi lain, kemudian disebut sebagai superoganic.
- Andreas Eppink: Ilmu budaya dasar adalah keseluruhan pengertian nilai sosial, normal sosial, ilmu pengetahuan, serta keseluruhan stuktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain.
- Edward Burnett Tylor: Ilmu budaya dasar adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkadung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut saya, Ilmu Budaya Dasar merupakan suatu ilmu yang mempelajari konsep-konsep dasar tentang hal yang berkaitan dengan kebudayaan seperti nilai-nilai kebudayaan, ragam kebudayaan, dan lain-lain, dengan tujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan wawasan kebudayaan.
Pengertian Psikologi
Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, psikologi adalah ilmu yang berkaitan dengan proses mental, baik normal maupun abnormal dan pengaruhnya pada perilaku; ilmu pengetahuan tentang gejala dan kegiatan jiwa;
Menurut Wikipedia, psikologi adalah salah satu bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari tentang perilaku, fungsi mental, dan proses mental secara ilmiah.
Ini berarti, psikologi mempelajari perilaku manusia, sifat manusia, proses mental manusia, dan lain-lain.
Kaitan Ilmu Budaya Dasar dan Psikologi
Pengertian Psikologi
Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, psikologi adalah ilmu yang berkaitan dengan proses mental, baik normal maupun abnormal dan pengaruhnya pada perilaku; ilmu pengetahuan tentang gejala dan kegiatan jiwa;
Menurut Wikipedia, psikologi adalah salah satu bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari tentang perilaku, fungsi mental, dan proses mental secara ilmiah.
Ini berarti, psikologi mempelajari perilaku manusia, sifat manusia, proses mental manusia, dan lain-lain.
Kaitan Ilmu Budaya Dasar dan Psikologi
Kebudayaan sangat erat kaitannya dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Begitu juga psikologi yang mempelajari tentang perilaku, emosi, dan proses mental manusia. Karena perilaku dan cara berpikir manusia tidak hanya terbentuk oleh satu individu saja, tetapi juga dapat terbentuk dan berubah, dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya dan juga budaya.
Kebudayaan dapat terbentuk karena perilaku yang dilakukan oleh suatu kelompok dilakukan secara terus menerus dan turun temurun. Dengan mempelajari ilmu budaya dasar, mahasiswa psikologi juga dapat mengetahui dan memahami keterkaitan antara kebudayaan dan manusia, salah satunya adalah bagaimana kebudayaan mempengaruhi perilaku, cara berpikir, dan lain-lain.
Sebagai contoh, perilaku membungkuk sebagai salam merupakan bagian dari budaya negara-negara Asia Timur, sementara budaya mencium tangan di Indonesia tidak berlaku di Korea, Cina, atau Jepang. Orang Jawa yang biasanya dikatakan selalu bertutur kata halus dan bersikap ramah juga merupakan bagian dari budaya. Dan contoh lainnya yang dapat kita lihat sekarang adalah kebanyakan negara-negara barat menerima adanya pasangan sesama jenis dan transgender, berpikir itu adalah hal yang normal, sementara di Indonesia, masyarakat dengan tegas menentang adanya hal seperti itu karena dianggap sebuah penyimpangan moral dan fitrah manusia.
Sebagai contoh, perilaku membungkuk sebagai salam merupakan bagian dari budaya negara-negara Asia Timur, sementara budaya mencium tangan di Indonesia tidak berlaku di Korea, Cina, atau Jepang. Orang Jawa yang biasanya dikatakan selalu bertutur kata halus dan bersikap ramah juga merupakan bagian dari budaya. Dan contoh lainnya yang dapat kita lihat sekarang adalah kebanyakan negara-negara barat menerima adanya pasangan sesama jenis dan transgender, berpikir itu adalah hal yang normal, sementara di Indonesia, masyarakat dengan tegas menentang adanya hal seperti itu karena dianggap sebuah penyimpangan moral dan fitrah manusia.
Pada akhirnya, psikologi tidak bisa lepas dari kebudayaan karena apa yang kita lakukan sehari-hari sangat erat kaitannya dengan budaya dan lingkungan sekitar kita.
By: Rayi A.
Referensi:




0 komentar