Sistem Informasi Psikologi
Selasa, September 29, 2020Sistem adalah suatu kesatuan usaha terdiri atas bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan kompleks (Marimin, Tanjung, dan Prabowo, 2006). Contoh umum dari sistem adalah sistem pernapasan yang terdiri atas bronkus, bronkeolus, alveolus, dan bagian-bagian lain dengan tujuan untuk membantu manusia bernapas, juga sistem pencernaan di mana usus halus, usus besar, dan bagian lain saling bekerja untuk mencerna makanan yang masuk.
Menurut
Hutahean (2014), informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih
berguna dan lebih berarti bagi penerimanya. Sumber informasi adalah data. Data adalah
kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.
Kejadian-kejadian (event) adalah kejadian yang terjadi pada saat tertentu. Contoh
dari informasi di antaranya adalah informasi jadwal sidang penulisan ilmiah.
Data-data seperti siapa yang akan bergiliran mendapat sidang, hari dan tanggal,
juga siapa saja dosen penguji menjadi informasi ketika diumumkan kepada
mahasiswa.
Sementara
itu, psikologi merupakan sebuah disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku dan
berbagai proses mental serta cara perilaku dan berbagai proses mental (Wade dan
Travis, 2008). Psikologi memiliki empat fungsi, yaitu to describe, explain, predict,
dan control (Rahman, 2014). Psikologi menggambarkan (describe) suatu perilaku melalui
pengamatan ilmiah, kemudian menjelaskan (explain)
dengan mengidentifikasikan penyebab atau faktor yang mengakibatkan efek
tertentu. Setelah itu memprediksi (predict)
bagaimana manusiaakan berperilaku dalam beberapa situasi. Yang terakhir
adalah mengontrol (control) dan mengendalikan
ketika perilaku itu datang kembali.
Melalui definisi
menurut para tokoh di atas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah
suatu kesatuan informasi yang saling berkaitan mengenai perilaku dan berbagai
proses mental individu.
Menurut Munazilin
(2017), arsitektur komputer adalah bagian yang terkait erat dengan unit-unit
operasional dan interkoneksi antar komponen penyusun sistem komputer dalam merealisasikan
aspek arsitekturnya. Contoh aspek organisasional adalah teknologi hardware dan
sinyal-sinyal kontrol. Arsitektur komputer lebih cenderung pada kajian
atribut-atribut (karakteristik) sistem komputer yang terkait dengan seorang
programmer. Contohnya, set intruksi, aritmetika yang digunakan, teknik
pengalamatan/pengamatan, mekanisme I/O.
Kemudian Dewanto, dkk.
(2009) berpendapat bahwa kognisi adalah suatu kegiatan pikiran, saat seseorang
sadar akan objek suatu pemikiran atau persepsi. Kognisi mencakup semua aspek
pikiran dan memori. Ketika individu berusaha mengingat kejadian di masa lalu,
maka kognisinya bekerja dengan melakukan kegiatan retrieval. Contoh lain adalah ketika individu tak sengaja mendengar
musik yang catchy di tempat umum lalu
menyimpannya di memori, maka kognisi individu bekerja dengan menangkap musik
itu melalui sensory memory, kemudian disimpan di working memory/short-term memory atau long-term memory.
Dewanto, dkk. (2009). Panduan praktis diagnosis dan tata laksana penyakit saraf. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta.
Marimin,
Tanjung, Prabowo. (2006). Sistem
informasi manajemen sumber daya manusia. Grasindo: Jakarta.
Munazilin, Akhlis. (2017). Arsitektur komputer. Deepublish: Yogyakarta.

0 komentar