Pengamatan Perilaku Terhadap Driver Ojek Online
Senin, Maret 19, 2018
Sumber: tirto.id
Dengan
kemajuan teknologi informasi yang ada, muncul transportasi umum yang dapat
diakses menggunakan gadget. Berawal
dari Jakarta sebagai pencetus ojek online
di Indonesia, setiap pengguna transportasi ojek dapat menggunakan handphone
dengan aplikasi khusus untuk dapat mengakses ojek online. Ojek online tersebut
dirasa sebagai transportasi alternatif karena lebih mudah diakses oleh
masyarakat. Di sini kami melakukan pengamatan dari beberapa driver ojek online untuk mengetahui bagaimana
aktivitas dan perilaku dari sebagian driver ojek online. Berikut pengamatan perilaku terhadap driver ojek online.
Senin,
12 Maret 2018
Hari pertama kami memilih memakai ojek
online milik Indonesia yaitu Go-jek.
Ojek online berusia 49 tahun, lelaki
yang cukup berumur ini sudah meggeluti pekerjaan Go-jek selama tiga tahun. Beliau
merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas dan sudah berkeluarga. Beliau merupakan
orang yang komunikatif terhadap penumpangnya dan juga mengetahui banyak rute
jalan karena sudah berpengalaman. Penampilannya baik dan bersih tetapi beliau tidak menggunakan atribut jaket
Go-Jek. Bersikap ramah terhadap penumpang dan menyapa sesama driver ketika
bertemu di jalan.
Rabu,
14 Maret 2018
Pada pengamatan kedua, kami mencoba
beralih aplikasi ojek online, kali
ini kami menggunakan aplikasi Grab. Driver yang menerima pesanan adalah seorang
bapak berusia 41 tahun. Beliau menggeluti pekerjaan ini selama dua tahun sebagai
pekerjaan sampingan, pekerjaan tetapnya adalah wirausaha, yaitu membuka warung
makanan bersama sang istri. Kebiasaan beliau pada saat istirahat adalah pulang,
makan, dan istirahat di rumah, atau berkumpul
dengan driver yang lain satu tempat yang tetap. Berpenampilan rapi, sangat
menjaga kebersihan dan keselamatan penumpang dan banyak berbicara tentang
pengalamannya selama menjadi driver ojek online
Kamis,
15 Maret 2018
Pengamatan ketiga, kami beralih menggunakan Uber. Driver Uber
tidak sebanyak Go-jek atau Grab dikarenakan tarif Uber lebih murah daripada perusahaan ojek online yang lain, itu juga alasan mengapa sulit
mencari driver Uber karena rata-rata para driver menjadikan Uber sebagai
pekerja sampingan. Driver yang menggeluti pekerjaan selama lima bulan ini
menjadikan Uber sebagai pekerjaan sampingan. Pekerjaan utamanya adalah sebagai
penjahit. Driver berusia 42 tahun . Driver ini lebih pendiam, ia hanya
berbicara saat ditanya dan saat menanyakan jalan saja. Biasanya ketika
beristirahat lebih memilih berkumpul antar sesama driver atau beristirahat di
tempat di mana penumpang diturunkan.
Jumat,
16 Maret 2018
Pengamatan keempat, kami kembali
memilih Go-Jek berusia 38 tahun yang sudah menggeluti pekerjaan ini selama tiga
tahun, namun hanya sebagai sampingan. Pekerjaan utamanya adalah sebagai
karyawan swasta. Beliau merupakan lulusan SMK dan cenderung lebih pendiam
dibanding driver Uber. Penampilannya cukup baik dan beliau juga murah senyum.
Beliau mempunyai kebiasaan berkumpul sesama driver di sela-sela waktu
senggangnya.
Sabtu,
17 Maret 2018
Pengamatan yang kelima, kami
menggunakan Grab sebagai pengamatan terkahir. Berusia 20 tahun dan merupakan
lulusan Sekolah Menengah Kejuruan. Dia merupakan driver baru dan baru
menggeluti pekerjaan online selama dua bulan. Dia menjadikan pekerjaan ini sebagai sampingan sembari mencari pekerjaan
tetap. Penampilannya cukup rapi, menggunakan atribut dan cukup mengetahui semua
rute-rute jalan.
Nama
Kelompok :
Aisyah
Aulia Rifdah (10517379)
Hany
Dwi Syadina (
12517669)
Jihan
Almas Tahiyyah (13517054)
Rayi
Anindya Rizkiyanti (15517005)
Sity
Allza (
15517743 )
0 komentar