Antara Kebudayaan, Kesenian, dan Iptek
Kamis, Mei 03, 2018A. Definisi IPTEK
IPTEK adalah kependekan dari Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Informasi. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, ilmu pengetahuan adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu. IPTEK yang telah kita capai dan kita rasakan saat ini telah memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan masyarakat. Selain itu, dalam hal pengiriman dan penerimaan informasi, pada masa dahulu kegiatan pengiriman berita sangat lambat, hal ini dikarenakan kegiatan tersebut masih dilakukan secara tradisional baik itu secara lisan maupun dengan menggunakan sepucuk surat. Namun saat ini perkembangan IPTEK telah merubah segalanya, dan kita pun tidak perlu menunggu lama untuk mengirim atau menerima berita karena kita bisa menerimanya melalui media cetak maupun elektronik.
B. Definisi Kesenian dan Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Budaya dalam pengertian yang luas adalah pancaran daripada budi dan daya. Seluruh apa yang difikir, dirasa dan direnung diamalkan dalam bentuk daya menghasilkan kehidupan. Budaya adalah cara hidup sesuatu bangsa atau umat. Kebudayaan merupakan wujud abstrak dari segala macam ide dan gagasan manusia yang bermunculan didalam masyarakat yang memberi jiwa kepada masyarakat itu sendiri, baik dalam bentuk maupun berupa sistem pengetahuan, nilai, pandangan hidup, kepercayaan, persepsi dan etos kebudayaan.
Sedangkan seni atau kesenian dapat diartikan sebagai sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai. Dalam faktanya, kesenian merupakan bagian dari kehidupan manusia yang tak terpisahkan dimana ada kesenian di situ ada manusia.
C. Dampak IPTEK dalam Kehidupan
Dampak Positif :
- Teknologi canggih yang mereka ciptakan bisa membantu kita dalam hal keseharian. Kebanyakan dari teknologi yang mereka ciptakan sangat membantu kita seperti, komputer, laptop, smartphone dan lain-lain.
- Dalam bidang sosial budaya kita dapat menirukan sifat mereka seperti tepat waktu, tidak suka menunda pekerjaan, berfikir kritis dan loyal.
- Demokratis. Mereka menganut pemerintahan yang sama dengan kita. Sistem pemerintahan ini sangat baik karna terbuka, kritis dan sangat adil.
- Dalam hal trend busana, hal ini berakibat fatal jika budaya barat itu tidak disaring ketika masuk ke Indonesia. Akan semakin banyak remaja-remaja perempuan yang menggunakan pakaian yang minim-minim.
- Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Berlawanan dengan ini, kita sebagai mahluk sosial harus bisa saling membantu agar sesuatu dilakukan dengan lebih mudah.
- Tidak peduli dengan lingkungan. Itu yang disebabkan oleh budaya barat yang masuk ke Indonesia. Karena mereka menganut kebudayaan kebebasan sehingga tidak berfikir panjang terlebih dahulu.
D. Pengaruh IPTEK Terhadap Kesenian dan Kebudayaan
Dalam faktanya, kesenian merupakan bagian dari kehidupan manusia yang tak terpisahkan dimana ada kesenian disitu ada manusia. Kesenian juga merupakan bagian dari kebudayaan. Sebagai contoh, sebelum adanya teknologi, pelukis hanya dapat melukis pada kanvas atau menggambar pada kanvas, namun setelah adanya teknologi, orang-orang dapat menggambar dan membuat kesenian pada software atau aplikasi yang ada pada ponsel atau komputer.
Contoh lainnya adalah teknologi hologram. Pertunjukan realitas teleholografis ini merupakan format pemanggungan hibrida, yaitu persilangan antara dunia nyata dan dunia maya. Teknologi cyber space ini, dicoba diwujudkan dalam bentuk seni pertunjukan Tari Simulakra oleh Miroto Dance yang dipertontonkan untuk pertama kalinya di Indonesia. Persilangan ini menghasilkan ruang ketiga, yakni realitas teleholografis yang mempertemukan penari nyata dan maya. Selain diwujudkan dalam bentuk seni pertunjukan tari, di Korea Selatan, teknologi hologram ini juga telah diwujudkan dalam seni pertunjukan teater pada tahun 2014.
E. Kasus yang Terdapat di Indonesia
Jepang telah menyebarkan pengaruh budayanya ke seluruh dunia terutama melalui produk-produk budaya populer. Anime (kartun Jepang) dan manga (komik Jepang) merupakan contoh dari produk budaya populer yang dipakai Jepang untuk menyebarkan budayanya. Elemen-elemen budaya populer Jepang ini menyebarkan pengaruhnya di negara-negara Asia, misalnya Taiwan, Hongkong, Singapura, Thailand, Vietnam, Korea dan Indonesia. Di Indonesia, penyebaran anime dan manga dapat dilihat terutama pada tahun 1990-an dengan terbit dan tayangnya salah satu ikon budaya populer—anime dan manga—Jepang, Doraemon. Hal ini semakin terlihat dengan terbit dan tayangnya juga anime dan manga seperti Sailor Moon, Dragon Ball, Pokemon, Digimon, dan sebagainya yang memiliki penggemar setia.
Tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga di Asia bahkan di Amerika. Seperti kutipan artikel di atas, anime sudah tidak terbatas untuk Jepang saja. Jika dahulu anime menyebar ke negara lain melalui buku-buku dan tayangan televisi yang diterjemahkan secara langsung, namun seiring berkembangnya IPTEK, Anime berkembang semakin cepat dengan adanya situs-situs streaming. Dengan adanya internet juga anime juga sudah tidak terbatas untuk masyarakat Jepang lagi, dan kini mudah sekali mengaksesnya di berbagai tempat sehingga penyebaran anime sangat luas. Dari penyebaran itu banyak pula orang orang yang tidak lahir di tanah anime lahir ingin pula menjadi animator untuk anime. Hal ini membuat Anime menjadi sebuat budaya populer untuk berbagai kalangan. Mulai dari anak anak, remaja, dan orang dewasa.
Di Indonesia, jika dahulu hanya sebatas sebagai hiburan, kini semakin banyak yang menjadikannya budaya dalam kehidupan sehari-hari. Secara tidak langsung juga menyebarkan budaya Jepang ke Indonesia, dan mempengaruhinya. Mulai dari cara berpakaian seperti tokoh dalam anime (cosplay), hingga banyak yang akhirnya menjadi creator anime/animator.
Terkait dengan anime sebagai budaya populer, ini merupakan Kebudayaan dan Kesenian yang telah dipengaruhi oleh iptek. Hal-hal yang dipengaruhi iptek antara lain:
Budaya. Penyebaran anime yang dipemudah dengan adanya iptek, semakin membuat orang-orang dengan mudah mengaksesnya. Seperti yang dipaparkan sebelumnya, anime kini bukan lagi sekedar tontonan untuk anak anak kecil melainkan sudah merupakan bagian dari gaya hidup untuk beberapa kelompok orang, hingga ada sebutan untuk orang yang suka dengan segala hal tentang jepang dan anime, yaitu wibu (sangat fanatik) dan otaku (tidak fanatik, masih mencintai budaya sendiri).
Media Seni. Pada awal anime dibuat, para animator menggambar di ribuan kertas yang menghabiskan banyak biaya dan waktu untuk menciptakan suatu animasi. Dengan adanya teknologi sekarang menggambar bisa lebih mudah dan tidak menguras banyak biaya karena sudah bisa menggambar secara digital.
Sumber. Dulu anime yang kita tahu adalah animasi yang berasal dari Jepang. Dengan berkembangnya iptek, hal itu sudah berlalu. Kini banyak negara negara lain yang menciptakan anime, bahkan ada banyak di Indonesia dan sudah diakui.
by Rayi A. & kelompok.
Daftar pustaka:
Schodt, Frederik L. (August 18, 1997). Manga! Manga!: The World of Japanese Comics (Reprint ed.). Tokyo, Japan: Kodansha International.
http://rizkia-gahari.blogspot.co.id/2011/08/pengaruh-iptek-dan-seni-bagi-manusia.html
http://www.republika.co.id/berita/koran/urbana/15/04/21/nn5kad-pengaruh-teknologi-dalam-seni
http://dilussion.com/portfolio/smtown-theatre-coex/
https://pbs.twimg.com/media/DXsyXvLX0AArbAm.jpg


0 komentar