Artificial Intelligence

Kamis, November 12, 2020

1.      Sejarah Artificial Intelligence:

·         Era Komputer Elektronik (1941)

Ditemukannya pertama kali alat penyimpanan dan pemrosesan informasi yang disebut komputer elektronik. Penemuan ini menjadi dasar pengembangan program yang mengarah ke AI.

·         Masa Persiapan AI (1943-1956)

Tahun 1943, Warren McCulloch dan Walter Pitts berhasil membuat suatu model saraf tiruan di mana setiap neruon digambarkan sebagai on dan off. Mereka menunjukkan bahwa setiap fungsi dapat dihitung dengan suatu jaringan sel saraf dan bahwa semua hubungan logis dapat diimplementasikan dengan struktur jaringan yang sederhana.

Pada tahun 1950, Norbert Wiener membuat penelitian mengenai prinsip-prinsip teori feedback. Contoh terkenal adalah termostat.

Pada tahun 1956, John McCarthy meyakinkan Minsky, Claude Shannon, dan Nathaniel Rochester untuk membantunya melakukan penelitian dalam bidang automata, jaringan saraf, dan pembelajaran intelejensia. Mereka mengerjakan proyek ini selama dua bulan di Universitas Dartmouth. Hasilnya adalah program yang mampu berpikir non-numerik dan menyelesaikan masalah pemikiran, dinamakan Principia Mathematica. Hal ini menjadi McCarthy disebut sebagai father of Artificial Intelligence.

·         Awal Perkembangan (1952-1969)

Pada tahun 1958, McCarthy di MIT AI Lab mendefinisikan bahasa pemrograman tingkat tinggi yaitu LISP, yang sekarang mendominasi pembuatan program-program AI. Kemudian, McCarthy membuat program yang dinamakan programs with common sense.

Pada tahun 1959, program komputer general problem solver berhasil dibuat oleh Herbert Simon, J. C. Shaw, dan Allen Newell. Program ini dirancang untuk memulai penyelesaian masalah secara manusiawi.

Tahun 1963, program yang dibuat James Slagle mampu menyelesaikan masalah integral tertutup untuk mata kuliah Kalkulus.

Tahun 1968, program analogi buatan Tom Evan menyelesaikan masalah analogi geometri yang ada pada tes IQ.

·         Perkembangan AI Melambat (1955-1974)

Perkembangan AI melambat disebabkan adanya beberapa kesulitan seperti program-program AI yang bermunculan hanya mengandung sedikit atau bahkan tidak mengandung sama sekali pengetahuan pada subjeknya, banyak terjadi kegagalan pada pembuatan program AI, terdapat beberapa batasan pada struktur dasar yang digunakan untuk menghasilkan perilaku intelejensia.

·         Sistem Berbasis Pengetahuan (1969-1979)

Pada tahun 1960-an, Ed Feigenbaum, Bruce Buchanan, dan Josua Lederberg merintis proyek DENDRAL, yaitu program untuk memecahkan masalah struktur molekul dari informasi yang didapatkan dari spectometer massa.

·         AI Menjadi Sebuah Industri (1980-1988)

Industralisasi AI diawali dengan ditemukannya sistem pakar yang dinamakan R1 yang mampu mengkonfigurasi sistem-sistem komputer baru. Program tersebut mulai dioperasikan di Digital Equipment Corporation (DEC), McDermott, pada tahun 1982. Lalu pada tahun 1986, program ini telah berhasil menghemat US$ 40 juta per tahun.

Pada tahun 1988, kelompok AI di DEC menjalankan 40 sistem pakar. Hampir semua perusahaan besar di AS mempunyai divisi AI sendiri yang menggunakan ataupun mempelajari sistem pakar. Booming industry AI juga melibatkan perusahaan-perusahaan besar Carneige Group, Inference, IntelliCorp, dan Technoledge yang menawarkan software tools untuk membangun sistem pakar.

·         Kembalinya Jaringan Saraf Tiruan (1986 –Sekarang)

Meski bidang ilmu komputer menolak jaringan saraf tiruan setelah diterbitkannya buku ‘Perceptrons’ karangan Minsky dan Papert, tetapi para ilmuwan masih mempelajari bidang ilmu tersebut dari sudut pandang yang lain, yaitu fisika. Ahli fisika seperti Hopfield (1982) menggunakan teknik-teknik mekanika statistika untuk menganalisa sifat-sifat penyimpanan dan optimasi pada jaringan saraf. Para ahli psikolog, David Rumhelhart dan Geoff Hinton melanjutkan penelitian mengenai model jaringan saraf pada memori. Pada tahun 1985-an, sedikitnya empat kelompok riset menemukan algoritma Back-Propagation. Algoritma ini berhasil diimplementasikan ke dalam ilmu komputer dan psikologi.

2.      Hubungan Artificial Intelligence dengan Kognisi Manusia:

          Hal pertama yang biasanya orang pikirkan ketika mendengar istilah AI adalah robot. Karena film dan novel populer yang menceritakan mesin mirip manusia yang mendatangkan malapetaka di bumi. Sedangkan kecerdasan buatan didasarkan pada prinsip bahwa kecerdasan manusia dapat didefinisikan sedemikian rupa sehingga mesin dapat dengan mudah menirunya dan menjalankan tugas, dari yang paling sederhana hingga yang lebih kompleks. Contohnya adalah mobil dengan pengemudi otomatis. Ini menggunakan kombinasi visi komputer, pengenalan gambar dan pembelajaran mendalam untuk membangun keterampilan otomatis dalam mengemudikan kendaraan sambil tetap berada di jalur tertentu dan menghindari penghalang yang tak terduga, seperti pejalan kaki.

3.      Kelebihan Artificial Intelligence

·         Bersifat permanen: AI adalah kecerdasan buatan yang bersifat tetap karena dapat digunakan berulang-ulang, di mana saja, dan kapan saja. AI selalu dikaitkan dengan penggunaan tenaga manusia. Contohnya, suatu perusahaan tidak akan membutuhkan banyak karyawan. Karyawan dapat keluar kapan saja, sedangkan AI tidak.

·         Menawarkan kemudahan: Kecerdasan manusia yang dibuat telah disimpan AI sehingga AI akan memudahkan pekerjaan manusia. Suatu pekerjaan yang dilakukan AI juga lebih cepat dibandingkan kerja manusia.

·         Bersifat konsisten dan teliti: Kecerdasan artificial intelligence ini tak akan berkurang dan peluang terjadi kesalahan sangatlah kecil.

·         Dapat disimpan: Mampu mengolah big data sehingga menyimpan data sebesar dan sebanyak apapun tidak akan menjadi masalah.

4.      Kelemahan Artificial Intelligence

        AI tidak memiliki common sense dan kecerdasannya juga terbatas. Maksud dari tidak memiliki common sense yaitu AI hanya mengolah data dan memutuskan sesuatu sesuai data yang dikumpulkan, berbeda dengan manusia yang masih mempertimbangkan naluri dalam mengambil suatu keputusan. Selain itu ada informasi yang memang hanya bisa diproses dan dimengerti oleh manusia. AI yang akan digunakan pada suatu alat teknologi hanya mampu mengerjakan pekerjaan yang sesuai dengan sistem AI yang dimasukkan ke dalamnya. Misal, sistem dirancang khusus untuk mengenali suara dalam bahasa Indonesia tidak akan bisa mengenali suara dalam bahasa Korea.

 

 

Source:

Awangga, R., Andarsyah, R., dan Putro, E. (2020). Tutorial object detection people with faster region-based convolutional neural network (faster r-cnn). Bandung: Kreatif Industri Nusantara.

Farras, B. (2019). Mengenal artificial intelligence dan cara kerjanya di https://www.cnbcindonesia.com/tech/20190513130056-37-72069/mengenal-artificial-intelligence-dan-cara-kerjanya (diakses 12 November 2020).

Harani, N., dan Hasanah, M. (2020). Deteksi objek dan pengenalan karakter plat nomor kendaraan Indonesia berbasis phyton. Bandung: Kreatif Industri Nusantara.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe